Ulasan Buku | Writing To Find Yourself: Learning To Be More Authentic Through The Art of Writing oleh Allison Vesterfelt

WRITING TO FIND YOURSELF: Learning To Be More Authentic Through The Art of WritingSebuah e-book yang dipublikasikan secara gratis oleh Noisetrade.com (100 halaman)

Ulasan oleh: Riska Hasan Matuppu

Writing is like getting naked. When you show up to the page, really show up, you can’t hide anymore. When we come to the page, naked and honest, we hear things we don’t want to hear. We discover things we may not want to discover. What we learn there is going to turn our world upside down. It’s really going to screw us up”.
Kutipan di atas benar – benar menangkap maksud dari keseluruhan buku ini. Dengan penggunaan gaya bahasa yang ringan dan santai, sang penulis, Allison Vesterfelt mengajak para pembacanya untuk menemukan dan mengenal diri melalui tulisan dan kreasinya. Yang menarik adalah buku ini tidak semata-mata “hanya” ingin menginspirasi para pembacanya dan kemudian “tidak berbuat apa-apa”. Allison, yang berprofesi penuh sebagai seorang penulis dan guru menulis ini, juga menyediakan setiap langkah untuk memulai menulis secara jujur dan apa adanya. Mulai dari belajar untuk menunjukkan diri melalui kegiatan menulis hal apapun yang muncul di kepala kita setiap bangun pagi atau bahkan hingga ke hal yang paling mudah sekalipun, yaitu menikmati sekitar seperti duduk, minum secangkir kopi hangat, dan mendengarkan segala bunyi di sekitar kita. Dalam buku ini, Allison memosisikan para pembacanya seperti sahabat lama yang sedang berkunjung ke rumahnya dan mengajaknya berbagi tentang pengalamannya menjadi seorang penulis dan guru menulis. Penuh kejujuran dan keterbukaan dengan mengkorelasikan semua poin yang dijelaskan dan contoh – contoh yang diambil dari pengalaman hidupnya sendiri. Seperti pada satu bagian dimana Allison mengajak pembacanya untuk berteman dengan ketidaksempurnaan melalui cerita – ceritanya menuliskan segala pengalaman pahitnya dalam hidup. Menjadi penulis yang jujur adalah juga berani bergulat dengan segala negativitas yang mempengaruhi hidup kita. Mau tidak mau, suka tidak suka.
Disebutkan bahwa terdapat tiga kondisi yang perlu dikembangkan untuk menghasilkan tulisan yang baik:
1. Differensiasi – kemampuan untuk mengetahui diri sendiri dan menjadi diri sendiri, berbeda dengan orang lain.
2. Keterikatan – kemampuan untuk terikat dengan hal-hal di sekitar kita, leluasa dalam menyesuaikan dengan keadaan, walau berbeda.
3. Transendensi – suatu kesempatan yang langka ketika kedua gagasan di atas berada pada keseimbangan yang sempurna. 
Oleh karena itu, untuk mencapai kondisi transendensi tersebut, seorang penulis perlu untuk menumbuhkan keterikatan dengan lingkungan sekitar, yaitu dimulai dengan membagikan pemikiran jujur kita kepada khalayak umum.
Pada akhirnya, buku singkat ini bermanfaat bagi para penulis pemula atau menjadi pemantik bagi siapapun yang ingin mengenal dirinya lebih jauh melalui seni tulisan.