Ulasan Buku | BREAKTHROUGH THINKING: Bagaimana Cara Para Inovator Berpikir oleh Eko Suhartono, dll

BREAKTHROUGH THINKING: Bagaimana Cara Para Inovator Berpikir

Jakarta: Kompas Gramedia, 2009, 172 halaman

Ulasan oleh: Ahmad Rofik

Menjadi sukses adalah hak setiap orang, tetapi kenyataannya tidak semua menjadi sukses. Kesukesan ditentukan oleh kemampuan mengambil makna dari sebuah masalah. Karya dan solusi yang diberikan seseorang, yang manfaatnya dirasakan orang lain, menjadi salah satu ukuran kesuksesan. Karya ditentutan tindakan nyata, dan tindakan dimulai dari pikiran. Buku ini seperti modul untuk membimbing pembaca menjadi inovatif. Inovatif tidak hanya sebatas gagasan namun dimulai dari mengidentifikasi akar masalah melalui pola pikir sistematis dan analitis, mencari solusi kreatif dan mengimplementaasikan solusi kreatif. Tiga bab pertama, mengajak pembaca membedakan cerdik dengan cerdas. Cerdik dilekatkan pada karakter kreatif, cenderung berani mengambil resiko, peka terhadap keadaan sekitar, mampu mengutarakan hasil imajinasi dan terbuka terhadap pandangan orang lain. Sedangkan cedas dilekatkan pada karakter yang cenderung bersifat analisis dan sistematis, memiliki kecenderungan hidup terjadwal, penuh kendali terhadap dirinya sendiri, disiplin, sistematis, penuh logika dan konvensional. Kedua karakter tersebut acapkali berbenturan dalam menghadapi masalah. Namun manakala bisa menyatukan keduanya akan menghasilkan karya inovatif. Suhartono mengamini makna ‘inovasi’ yang disampaikan Berth Webster, “Innovation: we know we need it but how we do it”. Inovasi adalah hasil dari proses menemukan cara penyelesaian pekerjaan secara lebih baik. Orang yang inovatif menurut Mitchell Ditkoff memiliki karakter visioner, memiliki motivasi tinggi, mudah beradaptasi, mampu menyeimbangkan intuisi dengan analisis dan berani mengambil resiko. Pilihan bahasanya ringan, dan bisa dibaca sambil santai, cocok untuk semua kalangan terutama mahasiswa dan kaum profesional yang membutuhkan penyegaran untuk berinovasi. Empat bab kedua mengajak pembaca untuk memulai berpikir analitik dan kreatif. Ada pola-pola yang ditawarkan penulis untuk memecahkan masalah secara kreatif, yaitu tahapan aktivitas analisis, aktivitas kreatif, dan aktivitas implementasi. Pola teknik berfikir analitis untuk menemukan akar masalah, dimulai dari environment analysis, problem recognition and identification, event-event, dan menggambar pattern of behavior dari stakeholder, merumuskan systematic structure serta symptom (root cause identification). Lima bab terakhir mengetengahkan contoh penerapan berpikir inovatif yang merupakan karya mahasiswa S1 Bisnis Prasetya Mulya.